Selasa, 03 Januari 2012
Di temukan kandungan oksigen di ruang angkasa
Teleskop Herschel Badan Antariksa Eropa telah menemukan bukti
pertama mengenai konfirmasi keberadaan molekul oksigen di ruang angkasa.
Rekor manusia di luar Angkasa
Terbangnya
kosmonot Yuri Gagarin ke angkasa pada 12 April 1961 memulai misi
panjang manusia menembus langit. Gagarin mengorbit selama 108 menit
sekaligus melambungkan keinginan manusia untuk menaklukkan luar
angkasa.
Selama 50 tahun sejarah penjelajahan luar angkasa, manusia telah menorehkan berbagai rekor. Berikut rekor-rekor tersebut.

John Glenn
Senator Amerika Serikat, John Glenn, berusia
77 tahun ketika pesawat ulang-alik Discovery mengantarkannya ke orbit
pada tahun 1998. Glen juga memegang rekor sebagai orang Amerika Serikat
pertama yang berada di orbit saat ia terbang selama 88 menit pada
tahun 1962.

Gherman Titov
Kosmonot Uni Soviet, Gherman Titov,
mengorbit di angkasa satu bulan sebelum ulang tahunnya ke-26.
Penerbangan tersebut juga menjadikan Titov sebagai orang kedua yang
terbang di orbit.

Valery Polyakov
Kosmonot Uni Soviet Valery Polyakov
menghabiskan waktu selama 438 hari secara berturut-turut ketika berada
di stasiun luar angkasa Mir semenjak Januari 1994 hingga 1995.

Alan Shepard
Alan Shepard pada 5 Mei 1961 mencatatkan
diri sebagai manusia paling singkat berada di luar angkasa. Selama
penerbangan suborbital, Shepard hanya mengorbit selama 15 menit pada
ketinggian 185 kilometer sebelum akhirnya menyentuh Samudera Atlantik.
Pada misi berikutnya, Shepard mendarat di permukaan bulan.

James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred W. Haise
Rekor
manusia yang berada pada jarak terjauh dari bumi adalah awak misi
Apollo 13. Pada April 1970, James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred
W. Haise yang berada di dalam modul melayang sejauh 400.171 kilometer
dari bumi.

Sergei Krikalev
Kosmonot Uni Soviet, Sergei Krikalev,
memegang rekor manusia paling lama di luar angakasa. Catatan
menunjukkan Krikalev memiliki "jam terbang" selama 803 hari atau hampir
2 tahun 3 bulan di angkasa. Sementara itu pemegang rekor perempuan
dengan "jam terbang" terlama di orbit adalah astronot Peggy Whitson
yang berada di luar angkasa selama 376 hari.

Stasiun Antariksa Internasional
Rekor ini dipegang oleh
stasiun antariksa internasional dan akan terus bertambah. Laboratorium
yang merupakan konsorsium belasan negara ini ditempati manusia sejak 2
November 2000.

Harrison Schmitt and Eugene Cernan
Harrison Schmitt dan
Eugene Cernan tinggal selama 75 jam atau hampir tiga hari di permukaan
bulan. Kedua orang astronot Amerika Serikat ini merupakan awak misi
Apollo 17.

Cernan, John Young, dan Tom Stafford
Awak misi Apollo 10
terbang pada kecepatan 39.897 kilometer per jam relatif terhadap bumi
dalam perjalanan pulang ke planet asal. Tiga orang astronot menjadi
awak misi ini yaitu Cernan, John Young, dan Tom Stafford.

Franklin Chang-Diaz dan Jerry Ross
Rekor ini dipegang
oleh dua orang astronot Amerika Serikat yaitu Franklin Chang-Diaz dan
Jerry Ross. Kedua orang ini mengorbit sebanyak tujuh kali.

Anatoly Solovyew
Kosmonot Rusia Anatoly Solovyew telah
melakukan 16 kali melayang di luar wahana yang mengorbit. Secara
keseluruhan, Solovyew berada di luar wahana selama 82 jam. Selama itu
pula hidupnya terancam dari serpihan bebatuan angkasa yang
berseliweran.

Tracy Caldwell Dyson
Pada April 2010, Tracy Caldwell
Dyson berlayar ke angkasa untuk bergabung dengan astronot Stephanie
Wilson dan Dorothu Metcalf-Lindenburger, dan Naoko Yamazaki di dalam
stasiun antariksa internasional. Perjumpaan empat perempuan ini
mencatatkan rekor sebagai kongkow perempuan terbanyak di luar angkasa.
Selama 50 tahun sejarah penjelajahan luar angkasa, manusia telah menorehkan berbagai rekor. Berikut rekor-rekor tersebut.
John Glenn Manusia tertua di luar angkasa

John Glenn
Manusia termuda di antariksa
Gherman Titov
Manusia terlama di ruang angkasa secara berturut-turut

Valery Polyakov
Manusia paling singkat di luar angkasa

Alan Shepard
Manusia paling jauh dari bumi

James A. Lovell, John L. Swigert dan Fred W. Haise
Manusia mengorbit terlama

Sergei Krikalev
Stasiun Angkasa Internasional Wahana paling lama ditinggali di orbit

Stasiun Antariksa Internasional
Manusia paling lama tinggal di bulan

Harrison Schmitt and Eugene Cernan
Manusia tercepat di luar angkasa

Cernan, John Young, dan Tom Stafford
Penerbangan astronot terbanyak

Franklin Chang-Diaz dan Jerry Ross
Manusia paling sering melayang di luar angkasa

Anatoly Solovyew
Manusia terlama melayang di luar angkasa
Jim
Voss dan Susan Helms mencatatkan diri sebagai manusia terlama yang
melayang di luar wahana dalam sekali penerbangan. Terhitung kedua
astronot ini melayang bebas selama 8 jam 56 menit di luar pesawat
ulang-alik Discovery sembari mempersiapkan kedatangan modul baru untuk
stasiun antariksa internasional.
Kongkow Manusia terbanyak di luar angkasa
Sebanyak
13 orang berkumpul di stasiun antariksa internasional pada tahun 2009.
Rekor pada angka keramat ini tak pernah terpecahkan hingga sekarang.
Perempuan terbanyak di luar angkasa

Tracy Caldwell Dyson
Wahana termahal
Stasiun
antariksa internasional tercatat sebagai wahana termahal yang pernah
dibuat manusia. Laboratorium ini dibangun dengan biaya mencapai US$ 100
miliar. Setengah wajib pajak Amerika Serikat membayar biaya tersebut.
Wahana terbesar
Lagi-lagi
stasiun antariksa internasional yang mencatatkan diri sebagai wahana
terbesar di luar angkasa. Wahana ini begitu besar, seukuran dengan
lapangan sepak bola. Besarnya wahana ini membuat 13 orang pernah
berkumpul di wahana ini. Wahana besar ini juga dapat terlihat dari bumi
dengan kecerlangan mampu melampaui tingkat kecerlangan planet Venus.Sampah di luar Angkasa
Sampah luar angkasa akan menjadi masalah umat manusia di masa depan. Sampah ini berupa satelit rusak, bagian roket tak terpakai, dan peralatan astronot yang terlepas. “Sampah luar angkasa berbeda
dengan sampah rumah. Sampah luar angkasa lebih sulit dihindari karena manusia tak bisa melihat kedatangannya,” kata mantan peneliti NASA Donald Kessler. Parahnya seperti dikutip Foxnews, benda-benda ini menjadi sangat berbahaya ketika menabrak pesawat luar angkasa, karena mengganggu orbit pesawat. Sampah ini juga mengancam keselamatan manusia jika jatuh ke bumi.
Kecepatan sampah ini bisa mencapai 7,8 kilometer per detik. Parahnya, di luar angkasa terdapat sekitar 21 ribu sampah berukuran 10 centimeter. Bahkan, Departemen Pertahanan AS memperkirakan sekitar 300 ribu benda logam berukuran 1 centimeter berkeliaran di luar angkasa. “Masalahnya adalah bagaimana membersihkan sampah-sampah luar angkasa itu. Jika dibiarkan, jumlah sampah luar angkasa ini akan terus bertambah,”
10 ke kuasaan ALLAH di Angkasa
1. Tabrakan Antar Galaksi

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
2. Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC
3. Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
Credit: Henze/NASA
5. Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Credit: NASA-JSC-ES&IA
6. Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC
7. Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO
9. Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team
10. Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Credit: Penn State U. /NASA-MSFC

Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.
Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist
2. Quasar

Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979.
Credit: NASA-MSFC
3. Materi Gelap (Dark Matter)

Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matter benar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini.
Credit: Andrey Kravtsov
4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)

Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas. LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini.
Credit: Henze/NASA
5. Energi Vakum

Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik “virtual” yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta.
Credit: NASA-JSC-ES&IA
6. Mini Black Hole

Jika teori gravitasi “braneworld” yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda.
Credit: NASA-MSFC
7. Neutrino

Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel “phantom” ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino.
Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison
8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)

Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi.
Credit: ESO
9. Radiasi Kosmik Latarbelakang

Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius).
Credit: NASA/WMAP Science Team
10. Antimateri

Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri.
Credit: Penn State U. /NASA-MSFC
Langganan:
Postingan (Atom)




