Minggu, 09 Oktober 2011

Masadepan Bumi Saat Matahari Berevolusi

Perubahan iklim dan pemanasan global yang terjadi akhir-akhir ini menjadi salah satu efek yang sangat signifikan dalam perubahan kondisi Bumi selama beberapa dekade dan abad ke depan. Namun, bagaimana dengan nasib Bumi jika terjadi pemanasan bertahap saat Matahari menuju masa akhir hidupnya sebagai bintang katai putih? Akankah Bumi bertahan, ataukah masa tersebut akan menjadi masa akhir kehidupan Bumi?
Bintang Raksasa Merah. Impresi artis. source : Universetoday
Milyaran tahun lagi, Matahari akan mengembang menjadi bintang raksasa merah. Saat itu, ia akan membesar dan menelan orbit Bumi. Akankah Bumi ditelan oleh Matahari seperti halnya Venus dan Merkurius? Pertanyaan ini telah menjadi diskusi panjang di kalangan astronom. Akankah kehidupan di Bumi tetap ada saat matahari menjadi Katai Putih?
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan K.-P. Schr¨oder dan Robert Connon Smith, ketika Matahari menjadi bintang raksasa merah, ekuatornya bahkan sudah melebihi jarak Mars. Dengan demikian, seluruh planet dalam di Tata Surya akan ditelan olehnya. Akan tiba saatnya ketika peningkatan fluks Matahari juga meningkatkan temperatur rata-rata di Bumi sampai pada level yang tidak memungkinkan mekanisme biologi dan mekanisme lainnya tahan terhadap kondisi tersebut.
Saat Matahari memasuki tahap akhir evolusi kehidupannya, ia akan mengalami kehilangan massa yang besar melalui angin bintang. Dan saat Matahari bertumbuh (membesar dalam ukuran), ia akan kehilangan massa sehingga planet-planet yang mengitarinya bergerak spiral keluar. Lagi-lagi pertanyaannya bagaimana dengan Bumi? Akankah Matahari yang sedang mengembang itu mengambil alih planet-planet yang bergerak spiral, atau akankah Bumi dan bahkan Venus bisa lolos dari cengkeramannya?
Perhitungan yang dilakukan oleh K.-P Schroder dan Robert Cannon Smith menunjukan, saat Matahari menjadi bintang raksasa merah di usianya yang ke 7,59 milyar tahun, ia akan mulai mengalami kehilangan massa. Matahari pada saat itu akan mengembang dan memiliki radius 256 kali radiusnya saat ini dan massanya akan tereduksi sampai 67% dari massanya sekarang. Saat mengembang, Matahari akan menyapu Tata Surya bagian dalam dengan sangat cepat, hanya dalam 5 juta tahun. Setelah itu ia akan langsung masuk pada tahap pembakaran helium yang juga akan berlangsung dengan sangat cepat, hanya sekitar 130 juta tahun. Matahari akan terus membesar melampaui orbit Merkurius dan kemudian Venus. Nah, pada saat Matahari akan mendekati Bumi, ia akan kehilangan massa 4.9 x 1020 ton setiap tahunnya (setara dengan 8% massa Bumi).
Perjalanan evolusi Matahari sejak lahir sampai menjadi bintang katai putih.
Setelah mencapai tahap akhir sebagai raksasa merah, Matahari akan menghamburkan selubungnya dan inti Matahari akan menyusut menjadi objek seukuran Bumi yang mengandung setengah massa yang pernah dimiliki Matahari. Saat itu, Matahari sudah menjadi bintang katai putih. Bintang kompak ini pada awalnya sangat panas dengan temperatur lebih dari 100 ribu derajat namun tanpa energi nuklir, dan ia akan mendingin dengan berlalunya waktu seiring dengan sisa planet dan asteroid yang masih mengelilinginya.
Zona Laik Huni yang Baru
Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / laik huni dalam Tata Surya. Zona laik huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.
Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant's Space Art.
Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?
Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.
Bagaimana dengan Bumi?
Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.
Matahari yang menjadi raksasa merah akan mengisi langit seperti yang tampak dari bumi. Gambar ini menunjukan topografi Bumi yang sudah meleleh menjadi lava. Tampak siluet bulan dengan latar raksasa merah. Copyright William K. Hartmann
Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.
Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.
Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.

Rahasia Kekuatan Doa




Kami tidak akan membahas mengenai etika berdoa, karena dalam setiap agama tentunya sudah diajarkan mengenai tata cara dan etika berdoa, kami yakin para pembaca sudah lebih memahaminya.  Tujuan kami menulis jauh dari maksud menggurui, semata hanya ingin berbagi pengalaman. Dengan kata lain, apa yang kami sampaikan juga pernah kami lakukan dan rasakan. Tujuan kami menulis adalah untuk berbagi kepada sesama, barangkali dapat memberi sedikit manfaat untuk para pembaca yang budiman. Dengan menggunakan akal budi dan hati nurani (nur/cahaya dalam hati) yang penuh keterbatasan kami berusaha mencermati, mengevaluasi dan kemudian menarik benang merah, berupa nilai-nilai  (hikmah) dari setiap kejadian dan pengalaman dalam doa-doa kami. 

Berkaitan dengan Waktu dan tempat yang dianggap mustajab untuk berdoa, kiranya setiap orang memiliki kepercayaan dan keyakinan yang berbeda-beda. Kedua faktor itu berpengaruh pula terhadap kemantapan hati dan tekad dalam mengajukan permemohonan kepada Tuhan YME. Namun bagi saya pribadi semua tempat dan waktu adalah baik untuk melakukan doa. Pun banyak juga orang meyakini bahw doanya akan dikabulkan Tuhan, walaupun doanya bersifat verbal atau sebatas ucapan lisan saja. Hal ini sebagai konsekuensi, bahwa dalam berdoa hendaknya kita selalu berfikir positif (prasangka baik) pada Tuhan. Kami tetap menghargai pendapat demikian.

SULITNYA MENILAI KESUKSESAN DOA

Banyak orang merasa doanya tidak/belum terkabulkan. Tetapi banyak pula yang merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doa-doa tetapi dalam kadar yang masih minim, masih jauh dari target yang diharapkan. Itu hanya kata perasaan, belum tentu akurat melihat kenyataan sesunggunya. Memang sulit sekali mengukur prosentase antara doa yang dikabulkan dengan yang tidak dikabulkan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut ;
  1. Kita sering tidak mencermati, bahkan lupa, bahwa anugrah yang kita rasakan hari ini, minggu ini, bulan ini, adalah merupakan “jawaban” Tuhan atas doa yang kita panjatkan sepuluh atau dua puluh Tahun yang lalu. Apabila sempat terlintas fikiran atau kesadaran seperti itu, pun kita masih meragukan kebenarannya. Karena keragu-raguan yang ada di hati kita, akan memunculah asumsi bahwa hanya sedikit doa ku yang dikabulkan Tuhan.
  2. Doa yang kita pinta pada Tuhan Yang Mahatunggal tentu menurut ukuran kita adalah baik dan ideal, akan tetapi apa yang baik dan ideal menurut kita, belum tentu baik dalam perspektif Tuhan. Tanpa kita sadari bisa saja Tuhan mengganti permohonan dan harapan kita dalam bentuk yang lainnya, tentu saja yang paling baik untuk kita. Tuhan Sang Pengelola Waktu, mungkin akan mengabulkan doa kita pada waktu yang tepat pula. Ketidaktahuan dan ketidaksadaran kita akan bahasa dan kehendak Tuhan (rumus/kodrat alam), membuat kita menyimpulkan bahwa doa ku tidak dikabulkan Tuhan.
  3. Prinsip kebaikan meliputi dua sifat atau dimensi, universal dan spesifik. Kebaikan universal, akan berlaku untuk semua orang atau makhluk. Kebaikan misalnya keselamatan, kesehatan, kebahagiaan, dan ketentraman hidup. Sebaliknya, kebaikan yang bersifat spesifik artinya, baik bagi orang lain, belum tentu baik untuk diri kita sendiri. Atau, baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain. Kebaikan spesifik meliputi pula dimensi waktu, misalnya tidak baik untuk saat ini, tetapi baik untuk masa yang akan datang. Memang sulit sekali untuk memastikan semua itu. Tetapi paling tidak dalam berdoa, kemungkinan-kemungkinan yang bersifat positif tersebut perlu kita sadari dan terapkan dalam benak. Kita butuh kearifan sikap, kecermatan batin, kesabaran, dan ketabahan dalam berdoa. Jika tidak kita sadari kemungkinan-kemungkinan itu, pada gilirannya akan memunculkan karakter buruk dalam berdoa, yakni; sok tahu. Misalnya berdoa mohon berjodoh dengan si A, mohon diberi rejeki banyak, berdoa supaya rumah yang ditaksirnya dapat jatuh ke tangannya.  Jujur saja, kita belum tentu benar dalam memilih doa dan berharap-harap akan sesuatu. Kebaikan spesifik yang kita harapkan belum tentu menjadi berkah buat kita. Maka kehendak Tuhan untuk melindungi dan menyelamatkan kita, justru dengan cara tidak mengabulkan doa kita. Akan tetapi, kita sering tidak mengerti bahasa Tuhan, lantas berburuk sangka, dan tergesa menyimpulkan bahwa doaku tidak dikabulkan Tuhan.
Tidak gampang memahami apa “kehendak” Tuhan. Diperlukan kearifan sikap dan ketajaman batin untuk memahaminya. Jangan pesimis dulu, sebab siapapun yang mau mengasah ketajaman batin, ia akan memahami apa dan bagaimana “bahasa” Tuhan. Dalam khasanah spiritual Jawa disebut “bisa nggayuh kawicaksanane Gusti”.

HAKEKAT DIBALIK KEKUATAN DOA
     Agar doa menjadi mustajab (tijab/makbul/kuat) dapat kita lakukan suatu kiat tertentu. Penting untuk memahami bahwa doa sesungguhnya bukan saja sekedar permohonan (verbal). Lebih dari itu, doa adalah usaha yang nyata netepi rumus/kodrat/hukum Tuhan sebagaimana tanda-tandanya tampak pula pada gejala kosmos. Permohonan kepada Tuhan dapat ditempuh dengan lisan. Tetapi PALING PENTING adalah doa butuh penggabungan antara dimensi batiniah dan lahiriah (laten dan manifesto) metafisik dan fisik. Doa akan menjadi mustajab dan kuat bilamana doa kita berada pada aras hukum atau kodrat Tuhan;

  1. Dalam berdoa seyogyanya menggabungkan 4 unsur dalam diri kita; meliputi; hati, pikiran, ucapan, tindakan. Dikatakan bahwa Tuhan berjanji akan mengabulkan setiap doa makhlukNya? tetapi mengapa orang sering merasa ada saja doa yang tidak terkabul ?  Kita tidak perlu berprasangka buruk kepada Tuhan. Bila terjadi kegagalan dalam mewujudkan harapan, berarti ada yang salah dengan diri kita sendiri. Misalnya kita berdoa mohon kesehatan. Hati kita berniat agar jasmani-rohani selalu sehat. Doa juga diikrarkan terucap melalui lisan kita. Pikiran kita juga sudah memikirkan bagaimana caranya hidup yang sehat. Tetapi tindakan kita tidak sinkron, justru makan jerohan, makanan berkolesterol, dan makan secara berlebihan. Hal ini merupakan contoh doa yang tidak kompak dan tidak konsisten. Doa yang kuat dan mustajab harus konsisten dan kompak melibatkan empat unsur di atas. Yakni antara hati (niat), ucapan (statment), pikiran (planning), dan tindakan (action) jangan sampai terjadi kontradiktori. Sebab kekuatan doa yang paling ideal adalah doa yang diikuti dengan PERBUATAN (usaha) secara konkrit.
  2. Untuk hasil akhir, pasrahkan semuanya kepada “kehendak”  Tuhan, tetapi ingat usaha mewujudkan doa merupakan tugas manusia. Berdoa harus dilakukan dengan kesadaran yang penuh, bahwa manusia bertugas mengoptimalkan prosedur dan usaha, soal hasil atau targetnya sesuai harapan atau tidak, biarkan itu menjadi kebijaksanaan dan kewenangan Tuhan. Dengan kata lain, tugas kita adalah berusaha maksimal, keputusan terakhir tetap ada di tangan Tuhan. Saat ini orang sering keliru mengkonsep doa. Asal sudah berdoa, lalu semuanya dipasrahkan kepada Tuhan. Bahkan cenderung berdoa hanya sebatas lisan saja. Selanjutnya doa dan harapan secara mutlak dipasrahkan pada Tuhan. Hal ini merupakan kesalahan besar dalam memahami doa karena terjebak oleh sikap fatalistis. Sikap fatalis menyebabkan kemalasan, perilaku tidak masuk akal dan mudah putus asa. Ujung-ujungnya Tuhan akan dikambinghitamkan, dengan menganggap bahwa kegagalan doanya memang sudah menjadi NASIB yang digariskan Tuhan. Lebih salah kaprah, bilamana dengan gegabah menganggap kegagalannya sebagai bentuk cobaan dari Tuhan (bagi orang yang beriman). Sebab kepasrahan itu artinya pasrah akan penentuan kualitas dan kuantitas hasil akhir. Yang namanya ikhtiar atau usaha tetap menjadi tugas dan tanggungjawab manusia.
  3. Berdoa jangan menuruti harapan dan keinginan diri sendiri, sebaliknya berdoa  itu pada dasarnya menetapkan perilaku dan perbuatan kita ke dalam rumus (kodrat) Tuhan. Kesulitannya adalah mengetahui apakah doa atau harapan kita itu baik atau tidak untuk kita. Misalnya walaupun kita menganggap doa yang kita pintakan adalah baik. Namun kenyataannya kita juga tidak tahu persis, apakah kelak permintaan kita jika terlaksana akan membawa kebaikan atau sebaliknya membuat kita celaka.
  4. Berdoa secara spesifik dan detil dapat mengandung resiko. Misalnya doa agar supaya tender proyek jatuh ke tangan kita,  atau berdoa agar kita terpilih menjadi Bupati. Padahal jika kita bener-bener menjadi Bupati tahun ini, di dalam struktur pemerintahan terdapat orang-orang berbahaya yang akan “menjebak” kita melakukan korupsi. Apa jadinya jika permohonan kita terwujud. Maka dalam berdoa sebaiknya menurut kehendak Tuhan, atau dalam terminologi Jawa “berdoa sesuai kodrat alam” atau hukum alamiah. Caranya, di dalam doa hanya memohon yang terbaik untuk diri kita. Sebagai contoh;  ya Tuhan, andai saja proyek itu memberi kebaikan kepada diriku, keluargaku, dan orang-orang disekitarku, maka perkenankan proyek itu kepadaku, namun apabila tidak membawa berkah untuk ku, jauhkanlah. Dengan berdoa seperti itu, kita serahkan jalan cerita kehidupan ini kepada Gusti Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana.
  5. Doa yang ideal dan etis adalah doa yang tidak menyetir/mendikte Tuhan, doa yang tidak menuruti kemauan diri sendiri, doa yang pasrah kepada Sang Maha Pengatur. Niscaya Tuhan akan meletakkan diri kita pada rumus dan kodrat yang terbaik…untuk masing-masing orang ! Sayangnya, kita sering lupa bahwa doa kita adalah doa sok tahu, pasti baik buat kita, dan doa yang telah menyetir atau mendikte kehendak Tuhan. Dengan pola berdoa seperti ini, doa hanya akan menjadi nafsu belaka, yakni nuruti rahsaning karep.

DOA MERUPAKAN PROYEKSI PERBUATAN KITA,
AMAL KEBAIKAN KITA PADA SESAMA MENJADI DOA
TAK TERUCAP YANG MUSTAJAB.

     Kalimat sederhana ini merupakan kata kunci memahami misteri kekuatan doa;  doa adalah seumpama cermin !! Doa kita akan terkabul atau tidak  tergantung dari amal kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap sesama. Dengan kata lain terkabul atau gagalnya doa-doa kita merupakan cerminan akan amal kebaikan yang pernah kita lakukan pada orang lain. Jika kita secara sadar atau tidak sering mencelakai orang lain maka doa mohon keselamatan akan sia-sia. Sebaliknya, orang yang selalu menolong dan membantu sesama, kebaikannya sudah menjadi “doa” sepanjang waktu, hidupnya selalu mendapat kemudahan dan mendapat keselamatan. Kita gemar dan ikhlas mendermakan harta kita untuk membantu orang-orang yang memang tepat untuk dibantu. Selanjutnya cermati apa yang akan terjadi pada diri kita, rejeki seperti tidak ada habisnya! Semakin banyak beramal, akan semakin banyak pula rejeki kita. Bahkan sebelum kita mengucap doa, Tuhan sudah memenuhi apa-apa yang kita harapkan. Itulah pertanda, bahwa perbuatan dan amal kebaikan kita pada sesama, akan menjadi doa yang tak terucap, tetapi sungguh yang mustajab.  Ibarat sakti tanpa kesaktian. Kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya perbuatan itu seperti doa untuk kita sendiri.
Dalam tradisi spiritual Jawa terdapat suatu rumus misalnya :
1. Siapa gemar membantu dan menolong orang lain, maka ia akan  selalu mendapatkan kemudahan.
2. Siapa yang memiliki sikap welas asih pada sesama, maka ia akan disayang sesama pula.
3. Siapa suka mencelakai sesama, maka hidupnya akan celaka.
4. Siapa suka meremehkan sesama maka ia akan diremehkan banyak orang.
5. Siapa gemar mencaci dan mengolok orang lain, maka ia akan menjadi orang hina.
6. Siapa yang gemar menyalahkan orang lain, sesungguhnya ialah orang lemah.
7. Siapa menanam “pohon” kebaikan maka ia akan menuai buah kebaikan itu.
Semua itu merupakan contoh kecil, bahwa perbuatan yang kita lakukan merupakan doa untuk kita sendiri. Doa ibarat cermin, yang akan menampakkan gambaran asli atas apa yang kita lakukan. Sering kita saksikan orang-orang yang memiliki kekuatan dalam berdoa,  dan kekuatan itu terletak pada konsistensi dalam perbuatannya. Selain itu, kekuatan doa ada pada ketulusan kita sendiri. Sekali lagi ketulusan ini berkaitan erat dengan sikap netral dalam doa, artinya kita tidak menyetir atau mendikte Tuhan.

Berikut ini merupakan “rumus” agar supaya kita lebih cermat dalam mengevaluasi diri kita sendiri;
  1. Jangan pernah berharap-harap kita menerima (anugrah), apabila kita enggan dalam memberi.
  2. Jangan pernah berharap-harap akan selamat, apabila kita sering membuat orang lain celaka.
  3. Jangan pernah berharap-harap mendapat limpahan harta, apabila kita kurang peduli terhadap sesama.
  4. Jangan pernah berharap-harap mendapat keuntungan besar, apabila kita selalu menghitung untung rugi dalam bersedekah.
  5. Jangan pernah berharap-harap meraih hidup mulia, apabila kita gemar menghina sesama.
Lima “rumus” di atas hanya sebagian contoh. Silahkan para pembaca yang budiman mengidentifikasi sendiri rumus-rumus selanjutnya, yang tentunya tiada terbatas jumlahnya.

Resume
Doa akan memiliki kekuatan (mustajab), asalkan kita mampu memadukan empat unsur di atas yakni : hati, ucapan, pikiran, dan perbuatan nyata. Dengan syarat perbuatan kita tidak bertentangan dengan isi doa. Di lain sisi amal kebaikan yang kita lakukan pada sesama akan menjadi doa mustajab sepanjang waktu, hanya jika, kita melakukannya dengan ketulusan. Setingkat dengan ketulusan kita di pagi hari saat “membuang ampas makanan” tak berarti.


JIKA INGIN DIBERI,
MEMBERILAH TERLEBIH DAHULU !

Dahulu saya pernah mengalami kebanyakan asa, lalu giat sekali berdoa bermacam-macam hal. Siang-malam berdoa isinya permohonan apa saja yang diinginkan. Waktu berdoa pun hanya pada  waktu tertentu yang dianggap tijab. Tetapi  saya masih merasakan kehampaan dalam hidup. Bahkan dirasakan realitas yang terjadi justru semakin menjauh dari harapan seperti yang terucap dalam setiap doa. Lama-kelamaan muncul kesadaran ada yang tidak beres dalam prinsip pemahaman saya ini.
Kesadaran diri muncul lagi manakala merasa sangat kurang dalam melakukan amal kebaikan terhadap sesama. Kami berfikir, betapa buruknya tabiat ini, yang selalu banyak meminta-minta, tetapi sedikit “memberi”. Coba mengingat apa saja kebaikan yang pernah kami lakukan pada sesama, Parah…sepertinya kok nggak ada… atau kami yang sudah lupa. Namun yang teringat justru keburukan dan kesalahan yang pernah kami lakukan pada teman, keluarga, orang tua, dan pada orang lain. Kami menjadi resah sendiri, merasa dalam kehidupan ini kami tidak bermanfaat samasekali untuk orang banyak, sementara kami nggak tahu malu dengan selalu meminta-minta terus Hyang Widhi. Egois, maunya enaknya sendiri. Berharap-harap memperoleh pemenuhan hak-hak sebagai manusia ciptaan Tuhan, tetapi enggan memenuhi kewajiban untuk beramal baik pada sesama.
Hingga pada suatu saat kami mendapatkan pelajaran hidup yang sangat berarti, paling tidak menurut diri kami sendiri. Sejak itu, terjadilah perubahan paradigma dalam memandang dan memahami rumus Tuhan. Doa (harapan) adalah perbuatan konkrit. Sejak saat itu, dengan sekuat tenaga setiap saat ada kesempatan kami melakukan sesuatu yang kira-kira ada manfaat untuk orang lain. Dimulai dari hal-hal sepele, sampai yang tidak sepele. Dasar pemikiran kami adalah kesadaran sebagai makhluk Tuhan yang telah menerima sekian puluh atau ratus anugrah dalam setiap detiknya. Namun kenyataannya manusia tiada rasa “malu” setiap saat selalu meminta pada Tuhan. Lantas kapan bersukurnya ? Jika berdoa memohon sesuatu, kami lebih banyak melakukannya untuk mendoakan teman, kerabat, keluarga. Sedangkan untuk diri sendiri, tiada yang pantas dilakukan selain lebih banyak mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan.
Banyak mengucapkan syukur di bibir saja tidak cukup. Kami harus lebih pandai mensyukuri nikmat dan anugrah Tuhan. Rasa bersyukur serta doa-doa melebur dan mewujud ke dalam satu perbuatan. Rasa sukur termanifestasikan kedalam perbuatan yang bermanfaat untuk banyak orang. Demikian pula cara berdoa tidak sekedar terucap melalui mulut, namun lebih penting adalah mewujud dalam perbuatan nyata.
Cara kami berdoa seperti itu mungkin terasa “aneh dan nyleneh” bagi beliau-beliau yang telah berilmu tinggi dan menguasai ajaran agama secara teksbook. Akan tetapi prinsip dan cara-cara itulah yang kami pribadi rasa paling pas. Maklum saya ini orang bodoh yang masih belajar ke sana-kemari. Tetapi paling tidak, kami secara pribadi telah membuktikan manfaat dan hasilnya. Mohon maaf apabila banyak kata dan ucapan yang kurang berkenan, saya menyadari sebagai orang yang masih bodoh banyak kekurangan, tetapi memaksa diri untuk menulis.

MENGUNGKAP MISTERI 2012


Bencana GalaktikaPara pembaca yang budiman, tulisan ini sengaja saya sampaikan secara serial, karena mengingat panjangnya pembahasan dan seiring dengan proses vision yang masih berlangsung secara terus menerus akan sesuatu hal yang bersifat futuristic. Tujuan utamanya, agar kita sama-sama saling mengingatkan, untuk selalu eling dan waspada, sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang lolos seleksi alam. Menghadapi zaman dahuru, akeh hera-heru, jalma manungsa kadya gabah den interi manggih kingkin, wolak-waliking jaman, emas katon saloka, saloka katon emas. Ana setan riwa-riwa memindha manungsa anggawa agama. Yoiku kahananing jaman wis ngakir, sileme prahu gabus, wis ginaris ing Hyang Widhi, sing sapa tansah eling lan waspada, kang setya budya bakal manggih wilujeng. Ing kono dadi jamane budha (gamabudhi) kang pungkasan.
Misteri 2012 terasa bagai gejala yang mengetuk pintu hati dan meminta perhatian dengan pemikiran-pemikiran yang jernih, kebersihan hati dan kebeningan jiwa. Tujuan tulisan ini bukan lain untuk menciptakan sikap pembaca yang investigative, intuitif, untuk membantu siapapun berpikiran terbuka dalam mengekplorasi misteri 2012 secara efisien, menyeluruh dan dari sejumlah sudut pandangan yang berbeda-beda.
Saya pribadi kadang masih berfikir apakah menjadi suatu hal yang blunder, menyesatkan, bila kita membuat suatu pandangan tentang keadaan apa yang akan terjadi pada saat dan setelah 2012. Namun demikian, intuisi demi intuisi, perlambang demi perlambang bahkan sebuah “kabar gaib” yang sempat saya dapatkan secara tak sengaja mengenai gambaran 2012. Hati nurani saya justru mengajak untuk berbagi info dan mendiskusikan dengan rekan-rekan terutama yang memiliki minat dan perhatian pada hal yang sama. Dengan pertimbangan, semakin kita arif dan bijak mensikapi segala kemungkinan yang akan terjadi 2012 akan membuat diri kita lebih hati-hati, eling dan waspadha menjalani kehidupan mendatang yang penuh misteri. Tentu saja harapan kita semua pada 2012 adalah keadaan yang lebih baik dan positif dari sebelumnya. Namun begitu kita harus siap mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi. Semampu kita, dan kita upayakan secara maksimal. Soal ketentuan akhir sudah ada Kekuatan Maha yang menentukan.
Taruhlah kejadian yang diprediksi ribuan futurolog dan visioner dunia itu benar-benar akan terjadi pada 21-12-2012, lantas bagaimana kita mensikapi segala kemungkinan yang akan terjadi itu ? Kita tentu saja dihadapkan pada dua pilihan, pertama; menunggu peristiwa dengan sikap apatis, dan hanya berdiri sebagai penonton yang sewaktu-waktu harus siap menjadi korban apa yang ditontonnya ? Atau kedua ; kita memilih bersikap antisipasi, mempersiapkan diri akan segala kemungkinan itu dengan daya upaya maksimal sebisa kita lakukan. Artinya kita tidak apatis, tetapi berusaha memecahkan misteri sebisanya agar supaya kita dapat menentukan langkah positif apa yang harus kita lakukan. Lebih dari itu agar kita menjadi lebih peka, responsive, dan secara kreatif terlibat dalam kemungkinan-kemungkinan yang akan terungkap di sekitar kita. Siapa tahu, sejak 2012 adalah realitas yang selama ini masih menjadi rahasia besar akan terungkap. Entah hal itu mengenai realitas sosial-ekonomi, sains, teknologi, maupun noumena (realitas transenden) yang ada di luar diri kita, meliputi system kepercayaan yang dianut oleh masyarakat dunia selama ini. Semuanya tidak mustahil akan terjadi.
MY ESTIMATION
Namun bagi saya pribadi memahami bahwa “kiamat” yang diprediksi terjadi 2012 merupakan sebuah peristiwa besar yakni evolusi kesadaran manusia akan fenomena dan noumena yang ada dan sesungguhnya terjadi di sekeliling kita. Kejadian-kejadian yang akan menimpa alam semesta, hanyalah percikan dari realitas yang sesungguhnya ada dan sebenarnya terjadi di dalam jati diri kita, dan di luar diri kita (transenden). Perubahan dan peristiwa yang terjadi dalam alam semesta adalah peristiwa dan perubahan yang terjadi pada jati diri kita. Karena manusia dengan alam semesta sesungguhnya bukanlah dua benda (makhluk) yang berbeda dan terpisah, hakekat materi dan unsur-unsur keduanya adalah satu dan sama. Hanya wujud kulitnya saja yang berbeda.
Religi pun terlalu menggeneralisir ===jika tak mau disebut menyederhanakan=== persoalan-persoalan jagad raya yang teramat sangat kompleks ini. Maka peristiwa 2012 pun tak bisa dijawab dengan tuntas oleh dogma. Sebuah misteri ada pada 2012 merupakan siklus 26.000 tahun di mana terjadi sebuah siklus besar galaktika. Keterbukaan sikap kita, akan membawa pada pandangan yang lebih luas yang lengkap dengan dimensi aktif, kasat mata, melengkapi energy yang sudah ada sebelumnya.
Bukankah selama ini antara jati diri manusia dengan “jati diri” alam semesta telah bercerai dan terpisah dalam jarak yang teramat jauh. Manusia bahkan merasakan alam semesta bukanlah jati dirinya. Semua berawal dari kehendak manusia yang bertolak-belakang dengan kehendak alam semesta. Maka misteri 2012 bisa jadi merupakan saat di mana akan terungkapnya misteri kekuatan kosmos yang selama ini tak pernah dibayangkan oleh sains dan teknologi modern maupun ajaran dan pandangan agama. Manusia menyaksikan sendiri apa-apa yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Segala hal yang selama ini kita yakini dan percaya, mungkin saja belum apa-apanya dibanding kenyataan yang akan disaksikan oleh mayoritas makhluk planet bumi pada 2012 dan setelahnya. Hal ini selanjutnya saya istilahkan sebagai “evolusi kesadaran” manusia dari manusia kesadaran rendah menuju manusia kesadaran lebih tinggi. Segalanya mungkin saja terjadi sebab Tuhan Mahaluas tiada batasnya. Sehingga dapat dikatakan 2012 sebagai proses seleksi alamiah. Hanya orang-orang yang eling dan waspada yang akan “lahir” menjadi manusia generasi baru, menjadi “adam-adam” baru manusia yang sudah berhasil menjalani proses evolusi, dari kesadaran rendah, insting dasar hewani (lymbic section) menjadi manusia kesadaran rasasejati. Evolusi dari binatang bertubuh manusia menjadi manusia bertubuh manusia. Atau bahkan perjalanan evolutif manusia bertubuh manusia menjadi malaikat bertubuh manusia, dewa bertubuh manusia, nur sejati berbalut manusia. Munculah manusia-manusia berperadaban baru, yang meninggalkan “prinsip” homo homini lupus. Agama sebagai system kepercayaan dan merupakan bagian dari peradaban manusia akan mengalami evolusi frontal, menjadi kesadaran spiritual yang universal. Lalu semakin berakhirlah konflik memperbutkan “kulit” agama.
Jika demikian keadaannya, maka siklus galaktika 26.000 tahun adalah proses alam semesta untuk me-resetting kehidupan planet bumi kembali ke starting point. Manusia dipaksa kembali ke dalam koridor hukum dan irama alam. Menjadi manusia yang sinergis dan harmonis kembali dengan lingkungan alam. Lahirlah manusia-manusia baru hasil seleksi alam, sebagai manusia dengan jiwa spiritual tinggi yang tidak lagi terjebak oleh kebodohan/kejahiliahan. Jika “kiamat” merupakan suatu kehancuran, maka yang hancur bukan buminya, melainkan segala hal yang selama ini telah keluar dari kodrat/hukum jagad raya. Yang tersisa tinggalah segala sesuatu yang masih melekat dalam kodrat alam. Cara kita melekatkan diri pada kodrat alam, tentu saja dengan cara eling dan waspada. Di luar itu, kita akan menjadi manusia-manusia yang menentang kodrat alam. Pastilah tergilas oleh kekuatan kosmik misterius (Kiamat) yang sewaktu-waktu terjadi.
KiAmat dan NyiAmat telah lama “bercerai”, kini pasangan itu akan rujuk kembali pada saat hitungan weton terbaik yang telah lama ditentukan yakni 2012. Selanjutnya berbahagialah menjadi sebuah pasangan yang harmonis dan dinamis. Antara jati diri manusia dan jati diri alam semesta. Semoga diberkahi Gusti Ingkang Murbeng Gesang. Selamat datang Ki-Amat, Nyi-Amat telah lama merindukanmu untuk bersatu kembali !!!

Sabtu, 08 Oktober 2011

Planet Marikh Berputar Arah


Permasalahan berkenaan email tersebut sebenar dah bermula sejak tahun 2003 lagi. Pada masa tu, Marikh berada di kedudukan paling hampir dengan Bumi setelah beberapa puluh ribu tahun (masa istiqbalnya). Ketika itu email tersebut menyatakan Marikh akan berhenti bergerak ke seketika pada 30 Jun ( sekitar tarikh posisi Istiqbal Marikh), dan kembali normal selepas tarikh tersebut.

Kemudian tahun 2004, muncul lagi sekali email tu, tapi dengan tambahan sikit. Email tu tulis, fenomena itu berlaku hasil kajian NASA yang menghantar robot ekplosari opportunity! Pulak dah...Kemudian tahun 2005 ni muncul lagi, cuba tengok sisipan versi email tu di bawah"The science of astronomy states that the speed of planet Mars has been decreasing in its course toward the eastern direction in the few past weeks to the level we notice the "waver" between the east and the west..and on Wednesday the 30th of July the planet movement stopped going toward the eastern direction.. Then in the months of August and September...Mars changed its course in the opposite direction to the West- and that until the end of September..which means the sun will rise now from the west on Mars!! And this weird phenomena of the opposite movement called "Retrograde Motion" Most scientist state that all the planets will go through the same once at least and our planet Earth is one of them. Planet Earth will move in the opposite direction some day and the sun will rise from the west!! This might occur soon and we are unaware! The rise of the sun from the west is mentioned in the hadith and this is the major sign of the day of judgment, most if not All, the minor signs have occured. Wake up. Our beloved messenger Mohamed (Peace Be Upon Him) said: "One of the signs of the hour..the sun will rise from the west, where no longer tauba (forgiveness) will be granted" !! And the strange thing..most of our Shariah scholars mentioned that the rise of the sun from the west occurs only once..on that day..the sun will rise from the west..then again from the east..and continues until Allah wishes..and this is similar to what is happening to Mars..it stops, then it changes its course of direction for a short period of time..then returns to way once it was. And Abdullah Bin Amro (R.A.) said: (I memorized from the messenger (SAW) a hadith I will never forget..I heard the messenger of Allah (SAW) say: The first aya to come the rise of the sun from the west) [Ahmad] And the messenger SAW "Allah (SWT) places HIS hand at night to forgive his morning sinners, and places in the morning to forgive his night sinners until the sun rises from the west" [Muslim] This piece of news is very important as it brings with it a great sign of warning and remembrance of the coming of a new WORLD - the world of the Hereafter And it is also good material for calling others to ALLAH s.w.t. - whether for muslims, the unwary of us or the kufar. When we show this hadith that was told 1400 years ago about this miracle..you will see InshaALLAH, a lot will enter this beautiful religion...And the muslims if they see this phenomena happening in Mars..who knows maybe it would bring them closer to our CREATOR. May Allah (swt) keep all of us in the Right path and provide us with success in this world as well as in the hereafter. "

Kita harus faham fakta sains secara jelas sebelum membuat sebarang rumusan dan menyebarkan berita ini kepada orang ramai, seterusnya memalukan umat Islam itu sendiri!

Perkara pertama yang harus faham ialah berkenaan putaran paksi planet-planet. Semua planet (kecuali Zuhrah) berputar dari barat ke timur, ikut arah lawan jam jika dilihat dari kutub Utara). Disebabkan putaran atas paksi inilah, yang mennyebabkan semua objek di langit, bulan, bintang, matahari terbit di timur dan terbenam di barat. Cuma posisi terbenam matahari tidak semestinya tepat di barat, bergantung kepada kecondongan paksi sesebuah planet.

Rujuk artikel yang cukup bagus dari laman web KUSZA yang bertajuk matahari terbenam Vs Arah Kiblat di

http://imran.kusza.edu.my/miqat/index.php?link=64

Putaran ini juga yang menghasilkan fenomena yang dipanggil siang dan malam!

Perkara kedua ialah laluan planet-planet di orbitnya. Semua planet mengelilingi matahari di dalam orbit masing-masing pada jarak tertentu. Lebih dekat planet itu mengorbit matahari, lebih pantas ia bergerak di dalam orbitnya dan melengkapkan satu pusingan keliling matahari.
Pergerakan orbit ini tidak menyebabkan siang dan malam, ia cuma effect pada musim, dan perubahan posisi buruj-buruj di langit. Kita boleh bayangkan semua planet sedang berlumba di atas trek lumba lari 400 meter! Jika semua bermula serentak pada garis permulaan yang sama, planet yang paling ke-dalam akan menang dulu!

Perkata ketiga ialah fenomena retrograde. Sebelum saya pergi jauh ke dalam lagi, ada satu fakta yang kita kena faham, objek-objek sistem suria kita, matahari, bulan dan planet, sebenarnya bergerak ke arah timur pada hampir sepanjang masa, relatif kepada kedudukan buruj-buruj
di langit. Ini bermakna, sebagai contohlah, hari ini jika kita pandang ke Timur dan melihat buruj Orion, dan kelihatan juga planet Zuhal berada di atas buruj Orion, beberapa bulan yang akan datang, jika kita pandang ke buruj Orion tersebut, kita akan dapat lihat Zuhal sudah bergerak dan berada di sebelah bawah Orion pula. Sama juga kes dengan Bulan, hari ini bulan sabit berada di barat, dalam masa 7 hari, bulan separuh dah berada tegak atas kepala, 7 hari lagi, bulan penuh dah berada di timur pulak! Itu jelas menunjukkan pergerakan timur relatif kepada bintang-bintang.

Perkara ini adalah normal dan berlaku tiap-tiap hari, cuma kita perasan tak perasan je.

Berbalik kepada fenomena retrograde, ia sebenar satu ilusi langit, yang mana planet-planet luaran (outer planets) spt Marikh, Musytari, Uranus, Neptune dan Pluto, yang apabila ketika normal bergerak arah timur (relatif kepada bintang) tiba-tiba kita nampak seperti ia semakin perlahan dan berhenti, kemudian bergerak ke barat (relatif kepada bintang) buat beberapa ketika, kemudian berhenti kembali, dan bergerak kembali ke arah timur (relatif kepada bintang). Keseluruhan fenomena ini mengambil masa 2,3 bulan.

Apakah yang sebenarnya berlaku?

Cuba kita ambil kes Bumi dan Marikh. ketika ini Marikh berada jauh di hadapan kita di dalam orbitnya, Bumi sedang mengejar Marikh. Disebabkan Bumi mempunyai orbit ke-dalam dari Marikh, maka lambat laun Bumi akan berjaya memotong Marikh. Ketika ia hendak memotong, Marikh akan kelihatan seperti semakin perlahan, ketika ketika Bumi memotongnya, iaitu masa posisi Iqtisbal, Marikh akan kelihatan seperti tidak bergerak (berhenti), kemudian bila kita dah semakin jauh meninggalkan Marikh di belakang, ia akan bergerak normal kembali ke timur.

Tak faham? Cuba tengok animasi di website di bawah:
http://www.astro.uiuc.edu/projects/data/Retrograde/
http://www.flex.com/~jai/astrology/retrograde.html
http://mars.jpl.nasa.gov/allabout/nightsky/nightsky04.html

Oleh itu, jelas isi email yang tersebar luas itu , mempunyai fakta-fakta salah yang dicampuradukkan! Ayat "Most scientist state that all the planets will go through the same once at least and our planet Earth is one of them" adalah salah kerana fenomena retograde bagi Marikh berlaku hampir setiap 2 tahun, manakala bagi Musytari, Zuhal, Uranus, Neptune dan Pluto berlaku setiap tahun! Dan jika kita berada di atas planet Zuhrah, kita akan dapat lihat Bumi pula yang mengalami fenomena yang sama. Ayat "Planet Earth will move in the opposite direction some day and the sun will rise from the west" cukup mengelirukan kerana pergerakan planet di atas orbit tidak menghasikan fenomena terbit terbenamnya matahari. Putaran bumi atas paksilah yang menyebabkan ia berlaku demikian.

Kesimpulan yang boleh dibuat ialah, berita perihal matahari terbit di barat hasil fenomena retrograde ini , mempunyai fakta-fakta salah, mengelirukan. Mungkin penulis asal email ini berniat baik untuk mengingatkan kita perihal tanda-tanda besar Kiamat, tetapi jika tujuan asal penulis ini adalah untuk mengelirukan umat Islam, dan menyebarkan berita-berita pelik tanpa asas kepada umat Islam, saya berpendapat penulis tersebut hampir berjaya, berdasarkan berapa ramai orang yang telah menerima dan menyebarkan email tersebut!
Semoga penerangan ringkas ini dapat menejaskan segala kebuntuan dan kekeliruan di dalam diri kita. Sebar-sebarkan email ini bagi menangkis segala dakyah palsu yang telah tersebar luas.

Segala kekurangan adalah dari diri saya sendiri, yang Haq dan baik
adalah kepunyaan Allah SWT semata-mata.Waulahualam


Rabu, 05 Oktober 2011

Turunnya Nabi Isa a.s.


Diriwayatkan oleh Muslim dari Al-Nawas bin Sam’an bahawa Rasulullah bersabda tentang Nabi Isa:
“Beliau akan turun berdekatan dengan menara putih di timur Damsyik, dengan memakai pakaian kuning. Dua telapak tangannya terletak di atas sayap dua malaikat. Apabila dia menundukkan kepalanya menitislah air. Apabila dia mengangkat kepalanya lagi, turunlah daripadanya seperti untaian mutiara.”
Berdasarkan hadis ini bererti Nabi Isa akan turun di Syam, bahkan juga di Damsyik, iaitu di sisi menara sebelah timur. Beliau akan turun pada waktu fajar. Ibnu Katsir ada berkata: “Sesungguhnya tidak ada di Damsyik menara yang dikenal di sebelah timurnya kecuali yang berada disamping masjid jamik Amawi, iaitu di sebelah timur Damsyik.”
Menara tersebut telah diperbaiki pada zaman Ibnu Katsir, iaitu pada tahun 741 hijrah. Pembiayaannya diambil dari harta orang-orang Nasrani yang sebelumnya telah membakar menara masjid tersebut. Besar kemungkinan nanti Nabi Isa akan turun di tempat itu.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Hurairah, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:
“Para nabi semuanya bersaudara disebabkan ayah mereka satu dan hanya ibu mereka yang berlainan. Sedangkan agama mereka adalah satu. Dan akulah orang yang paling dekat dengan Isa bin Maryam kerana tidak ada Nabi di antara kami. Sesungguhnya dia akan turun. Apabila dia turun nanti, untuk me-ngenalinya orangnya sedang dan kulitnya putih kemerah-merahan. Dia memakai pakaian yang kuning. Dari kepalanya seperti menitis air walaupun rambut dan kepalanya tidak basah. Dia akan mengajak orang kepada Islam. Pada zamannya juga nanti dia akan menghancurkan segala agama kecuali Islam. Allah SWT akan membinasakan Dajal pada zamannya, bahkan di tangannya. Pada zamannya nanti dunia akan aman sehingga harimau dan unta berkawan dengan baik. Begitu juga harimau dengan lembu, serigala dengan kambing. Kanak-kanak akan bermain dengan ular dan ular itu tidak menggigit mereka. Keadaan seperti itu berjalan selama empat puluh tahun. Kemudian Nabi Isa a.s. wafat dan disembahyangkan oleh kaum muslimin.”
Muhammad s.a.w adalah nabi penutup dan tidak akan ada lagi nabi sesudahnya. Turunnya Nabi Isa pada akhir zaman akan menguatkan lagi kebenaran agama Islam. Islam bererti menyerahkan segala urusan bagi Allah yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, beriman dengan semua Rasul, berserah kepada Allah dan taat dengan sebenar-benar taat. Itu semua sebenarnya sudah dianjurkan oleh agama-agama langit semenjak zaman Nabi Ibrahim, selaku bapa nabi-nabi, sampai kepada Muhammad s.a.w selaku nabi terakhir.
Isa a.s. adalah nabi dan rasul yang mulia, datang dari sisi Allah. Beliau dahulu sudah ada membawa syariat kepada umatnya tiba-tiba beliau diangkat ke langit. Nanti di akhir zaman beliau akan turun lagi dengan izin Allah tetapi bukan membawa agama atau syariat baru. Beliau datang nanti untuk menguatkan agama Islam.

Ummu Syuraik bertanya kepaad Rasulullah s.a.w tentang hari Dajal:
“Ya Rasulullah, ke mana orang-orang Arab ketika itu?”
Rasulullah s.a.w menjawab:
“Jumlah mereka pada waktu itu terlalu sedikit. Mereka lari ke Baitul Maqdis menjumpai Imam mereka, seorang lelaki soleh (Imam Mahdi menurut riwayat itu).
“Ketika Imam mereka sudah berdiri di depan untuk mengimami solat Subuh, tiba-tiba datang Nabi Isa. Imam mereka itu mundur untuk memberi peluang kepada Nabi Isa untuk mengimami solat Subuh itu tetapi Isa a.s sambil memegang bahu Imam itu berkata: “Teruskanlah, sesungguhnya iqamat dibacakan untuk engkau.” Maka sembahyanglah mereka semua di belakang Imam tadi.
“Selesai solat, Isa a.s berkata kepada semua jemaah: “Bukakan pintu itu.” Mereka membuka pintu masjid itu, tiba-tiba Dajal sudah berdiri di situ dan di belakangnya ada 70,000 Yahudi lengkap membawa senjata. ”Melihat Nabi Isa ada di dalam masjid itu, Dajal tiba-tiba saja layu atau cair seperti cairnya garam disirami air. Dajal itu lari terbirit-birit kerana ketakutan. Nabi Isa bersama kaum Muslimin terus saja mengejarnya kemudian menjumpainya di Babu Luddi. Dan di sanalah Nabi Isa membunuh Dajal itu. 
“Orang-orang Yahudi pun akan dikalahkan dan dibinasakan Allah pada waktu itu. Mereka cuba lari dan bersembunyi tetapi semua benda tempat mereka bersembunyi akan pandai bercakap atau bercerita dengan izin Allah. Benda-benda dimaksud termasuklah dinding, batu, pokok kayu dan sebagainya. Kalau ada orang Yahudi yang bersembunyi di balik belakang mereka, benda-benda itu akan memberitahukannya. Termasuk juga satu pokok berduri (disebut pokok Yahudi), jika mereka bersembunyi di bawahnya, pokok itu akan berkata: “Wahai hamba Allah yang beriman, di sini ada orang Yahudi, bunuhlah dia.”
Kata Rasulullah s.a.w lagi:
“Dajal akan berada di dunia selama empat puluh tahun. Satu tahun lamanya seperti setengah tahun, terkadang seperti satu bulan. Satu bulan seperti satu minggu. Dan pada hari yang terakhir terasa sekejap sahaja. Pagi-pagi kamu berada di pintu masuk kota Madinah (Madinah pada zaman Rasul), sampai kamu di pintu yang lain hari pun masuk waktu malam.”
Mendengar yang demikian ada yang bertanya:
“Bagaimana kami mengerjakan solat dalam waktu yang begitu singkat ya Rasulullah?”
Rasulullah s.a.w menjawab:
“Ukur sajalah jaraknya dan bandingkan dengan waktu yang panjang sekarang ini.”
Rasulullah s.a.w berkata:
“Isa bin Maryam akan memimpin umatku dengan bijaksana dan adil. Beliau akan menghancurkan salib-salib yang ada di dunia ini dan akan membunuh semua babi. Beliau juga akan menghapuskan cukai. Manusia pada waktu itu tidak perlu membayar cukai, bahkan zakat pun tidak dibayar lagi kerana tidak ada orang yang berhak menerimanya.
“Pada hari itu semua makhluk dalam keadaan aman dan tenteram. Tidak ada saling cemburu, dengki, saling memarahi dan mengganggu antara sesama makhluk Allah. Sehingga ada anak perempuan yang bermain-main dengan harimau dan harimau itu tidak menerkamnya, begitu juga kambing berkawan dengan serigala. Seluruh dunia ketika itu nanti diliputi oleh kedamaian, keamanan dan ketenteraman. Bahkan ketika itu nanti tidak ada pertelingkahan keyakinan dan pendapat. Tidak ada yang disembah selain Allah.
“Orang Arab ketika itu nanti akan merampas kembali semua miliknya. Bumi mengeluarkan cahayanya, menumbuhkan tanam-tanamannya seperti zaman Nabi Adam. Sehingga manusia akan memetik buah anggur dan delima sehingga mereka kenyang memakannya.”
Ibnu Katsir berkata: “Abdul Rahman Al-Muharibiy berkata: “Sebaiknya hadis ini dijadikan untuk mendidik saja. Hadis ini tidak sahih tetapi banyak hadis lain yang hampir sama maksudnya dengannya.
Di antaranya ada diriwayatkan oleh Muslim dari Abdullah bin Umar, bahawa Rasulullah s.a.w bersabda:
“Kamu akan memerangi orang-orang Yahudi. Kamu akan memerangi mereka habis-habisan sehingga batu tempat mereka bersembunyi pun akan berkata: “Wahai orang muslim, di sini ada orang Yahudi, bunuhlah dia.”
Menurut riwayat, bumi nanti akan mengeluarkan segala khazanah kekayaannya, iaitu pada zaman Nabi Isa. Pada waktu itu dunia dalam keadaan makmur dan harta melimpah ruah, sehingga tidak ada lagi orang yang berhak menerima zakat.
Dari Abu Hurairah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda:
“Sudah hampir masanya turun kepada kamu Ibnu Maryam menjadi hakim yang adil, yang akan membunuh Dajal, membunuh babi, menghancurkan salib dan menghapuskan cukai kerana harta ketika itu melimpah ruah. Ketika itu nanti manusia hanya sujud kepada Allah Tuhan sekalian alam.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, dari Ibnu Mas’ud, dari Rasulullah s.a.w:
“Pada malam aku diisrak mikrajkan, aku telah berjumpa dengan Ibrahim, Musa dan Isa a.s. Mereka membincangkan hari kiamat dengan menanyakan permasalahannya kepada Ibrahim.
Tetapi beliau hanya menjawab:
“Tidak ada pengetahuanku tentang hari kiamat. Cuba kalian tanya kepada Musa.”
Mereka tanya Nabi Musa tetapi beliau juga hanya menjawab:
“Aku tidak tahu tentang kiamat. Cuba kalian tanyakan kepada Isa.”
“Mereka tanyakan kepada Isa kemudian beliau berkata:
“Sebenarnya tidak ada yang mengetahui masalah ini kecuali Allah. Menurut yang dijanjikan Allah kepadaku, Dajal nanti muncul sedangkan di tanganku ada dua sabit (alat pemotong). Sebaik saja Dajal itu melihat aku, dia pun hancur seperti hancurnya timah yang terkena panas. Allah akan membinasakannya, begitu juga orang-orang kafir lainnya. Sehingga batu dan pokok kayu nanti akan ikut berkata: “Wahai orang muslim, di bawahku ada orang kafir bersembunyi, marilah dan bunuhlah dia.”
Kata Nabi Isa lagi:
“Setelah Allah SWT membinasakan mereka, orang-orang muslim pulang ke rumah mereka masing-masing. Dalam keadaan demikian keluar pula Yakjuj dan Makjuj, yakni bertebaran dari segenap penjuru. Kerana banyaknya Yakjuj dan Makjuj itu, maka semua kampung dan tempat tidak ada yang tidak dipijak oleh mereka. Mereka memakan semua makanan yang ada dan meminum semua air. Setelah habis makanan dan buah-buahan, daun-daunan pun habis mereka makan. Air sungai dan tasik semua habis mereka minum.”
Tambah beliau lagi:
“Orang-orang mukmin ketika itu tidak tahan melihat ulah Yakjuj dan Makjuj itu sehingga mereka memohon kepada Allah supaya dibinasakan binatang itu. Berkat doa mereka itu, Yakjuj dan Makjuj itu mati semua. Sekarang timbul masalah yang cukup besar lagi, yakni bangkai Yakjuj dan Makjuj yang bergelimpangan di mana-mana. Di mana-mana seluruh dunia terasa bau bangkai. Akhirnya Allah SWT menurunkan hujan lebat sehingga bangkai-bangkai itu hanyut ke sungai dan kemudian hanyut ke laut.”
Diriwayatkan oleh Ismail bin Ishak, Rasulullah s.a.w bersabda:
“Belum terjadi kiamat sebelum Isa bin Maryam berjalan di udara untuk mengerjakan haji dan umrah, atau sehinga Allah SWT menghimpunkan haji dan umrah dan menjadikan Ashabul Kahfi sahabatnya. Nabi Isa dan kelompok Ashabul Kahfi akan berjalan untuk mengerjakan haji kerana mereka selama ini belum mati dan belum pernah mengerjakan haji.”
Sebelum ini sudah diterangkan riwayat dari Abu Hurairah yang mengatakan bahawa Nabi Isa a.s akan memimpin dunia nanti selama 40 tahun. Namun demikian disebutkan dalam sahih Muslim, dari Abdullah bin Amr bahawa Nabi Isa akan berada di dunia selama 7 tahun. Pendapat yang lebih kuat ialah yang mengatakan 40 tahun. Menurut Ibnu Katsir kedua-dua pendapat itu sama-sama benar. Maksudnya kata beliau Nabi Isa diangkat ke langit pada usia 33 tahun, kemudian turun nanti ke dunia selamaa 7 tahun lagi, yakni sebelum beliau diwafatkan Allah SWT. Setelah tujuh tahun memimpin dunia, Nabi Isa wafat. Maka umur Nabi Isa secara keseluruhannya 40 tahun. Wallahu A’lam.
Menurut Ibnu Katsir, sesuai dengan yang termaktub dalam hadis sahih, Yakjuj dan Makjuj akan keluar pada zaman Nabi Isa. Kemudian Allah SWT memusnahkannya berkat doa Nabi Isa pada satu malam. Ada juga disebutkan dalam hadis bahawa Nabi Isa akan mengerjakan haji setelah turun nanti. Muhammad bin Ka’ab Al-Quraiziy berkata, Ashabul Kahfi akan menjadi sahabat Nabi Isa nanti dan mereka akan sama-sama mengerjakan haji. Katanya Nabi Isa akan wafat di Madinah. Beliau akan disembahyangkan oleh kaum muslimin dan dimakamkan berdekatan dengan makam Rasulullah s.a.w.
Menurut riwayat, Isa bin Maryam akan dimakamkan bersebelahan dengan kuburan Nabi Muhammad s.a.w, kuburan Abu Bakar dan Umar. Bererti kuburan Nabi Isa merupakan kuburan yang keempat.

Penemuan Matahari Baru


Astronom NASA untuk pertama kalinya menemukan planet yang mirip dengan Matahari. Benarkah ada 2 matahari dalam tata surya kita? Memang bintang itu bersinar berwarna kekuning-kuningan namun tidak seterang matahari dan tidak besar seperti matahari melainkan hanyalah bintang katai merah kecil. Bintang katai itu lebih redup dan lebih dingin. Astronomi mengklarifikasi tentang penemuan planet baru yang mirip dengan matahari itu. Mereka menjelaskan bahwa nama planet baru itu adalah planet Gliese 581. Kehadiran Gliese 581 ini disertai dengan penemuan planet yang mengitari Gliese 581. Planet yang disebut-sebut exoplanet ini memiliki kesamaan hampir mirip dengan bumi hanya ukurannya memiliki besar 2 kali lipat dari bumi. Exoplanet itu memiliki suhu yang cocok bagi makhluk hidup yang berkisar antara 0-40 derajat dan air di planet itu masih berbentuk cairan tidak membeku dan sebagian wilayah masih berbentuk batuan jadi planet ini disinyalir planet layak huni manusia. Penemuan ini akan terus dikembangkan oleh para peneliti. Jika memang bisa dijadikan layak huni manusia, planet itu akan dijadikan tempat ruang angkasa.
Penemuan Matahari Baru
Penemuan baru-baru ini telah ditemukan yang disebut-sebut sebagai matahari tersebut. Penemuan ini dilihat langsung oleh teleskop Herschel milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) yang baru diluncurkan tanggal 14 mei 2010 kemarin. Teleskop ini mampu menangkap gelombang-gelombang yang tak bisa dilihta oleh teleskop lain. Calon bintang raksasa ini disinyalir memiliki panas yang lebih daripada matahari. Saat ini bintang itu masih berbentuk embrio dan diperkirakan akan tumbuh terus menjadi bintang raksasa yang pernah ada di galaksi Bima Sakti pada ribuan tahun mendatang. Pertumbuhan bintang ini sebagai ilmu untuk penelitian tentang proses terjadinya bintang dengan menggunakan teleskop herschel.
“Ini merupakan bintang besar yang menciptakan elemen berat seperti besi dan elemen-elemen tersebut akan berada di ruang antar bintang. Dan karena bintang-bintang besar mengakhiri hidup mereka dengan ledakan supernova, mereka juga menyuntikkan energi besar ke galaksi,” ungkap ilmuwan teleskop herschel.

Dajal


Dalam ajaran Islam, Dajal (b. Arab: الدّجّال al-dajjāl "pembohong, penyamar") ialah suatu makhluk jahat yang akan muncul sebelum Hari Kiamat. Dalam ajaran Kristian, Dajal dikenali sebagai Antichrist.
"Dajal" adalah kata Arab lazim, digunakan dalam kata "nabi palsu". Tetapi "Al-Dajal", dengan rencana pasti, merujuk kepada "Si Penyamar", satu pembohong spesifik akhir-masa. Ia adalah layak untuk nota yakni istilah Al-Masih Ad-Dajal (Bahasa Arab untuk "Si Masih Palsu") adalah terjemahan berkait dari istilah Suryani "Meshiha Deghala", dimana telah menjadi kosa kata lazim dari Timur Tengah selama lebih 400 tahun sebelum penurunan al-Quran, melalui Peshitta (dimana menggunakan istilah ini sebalik dari Greek "antichristos").

Sifat-sifat

Dajal tidak disebut dalam al-Quran, tetapi pelbagai hadis Sunah menghuraikan sifat-sifat Dajal, seperti berikut (dimana lazimnya dipercayai oleh Muslim):
Dia (Dajal) adalah seorang pemuda yang rambutnya keriting, matanya menyembul keluar, menurut Rasulullah s.a.w. seperti Abdul Uzza bin Qathan. "Hendaknya diantara kamu bertemu dengannya,hendaklah membaca permulaan surat Al-Kahfi"(Sabda Rasulullah s.a.w). Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya.
Dia akan fizikalnya berbentuk cacat, dan akan buta pada mata kirinya. Mata kanannya akan berkini tetapi ia akan jadi gelap (hitam). Dalam sebilangan hadith dia dirujuk sebagai satu-mata. Dia akan menunggang keldai putih dimana setiap langkah akan dibentang sebatu, akan makan api dan menghembus asap, terbang atas tanah dan menyeberang laut.
Dia akan menipu para imam, mengajar mereka bahawa Syurga ialah Neraka dan sebaliknya.
Huruf Arab kaf-fa-ra (kafara, bermaksud "kafir") akan muncul pada dahinya dan akan dibaca oleh Muslim sebenar samada mereka boleh baca ataupun tidak.
Dia boleh melihat dan mendengar pelbagai benda di banyak tempat pada masa yang sama.
Dia mempunyai kuasa untuk mengelirukan manusia.
Dia akan cuba meletakkan manusia pada takhta Tuhan.
Suatu hari pada musim kemarau, dia bakal menanya; adakah kau mahu api atau air? Jika anda memilih air itu bermakna yang anda minta adalah api, manakala jika anda minta api yang diberikan ialah air.
Dia akan mendakwa diri sebagai Tuhan dan akan menipu manusia dalam berfikir yakni dia telah bangun dari kematian. Salah satu orang khusus akan dia bunuh dan kemudian dia akan kini menghidupkan dia, sesudah itu Allah akan menghidupkan dia. Dia takkan mempunyai kuasa ini lagi. Pada sumber lain (menurut kepada siri Akhirat oleh Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mendakwa Dajal adalah Dajal. Dajal kemudian akan menyoalnya: "Adakah anda akan percayakan saya (yakni sayalah tuhan) jika saya bunuh anda dan kemudian menghidupkan anda?". Dajal akan melakukan sedemikian dan selepas penghidupannya lelaki beriman akan berkata bahawa dia semakin tidak percayakan kepada ketuhanan Dajal.
Sesiapa yang menolak dan enggan percaya dengannya akan menderita kemarau dan kebuluran manakala sesiapa yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
Sesetengah tradisi Islam mengaitkan yakni dia akan muncul pada Isfahan, dan dia akan membawa Yahudi Isfahan dan ramai bekas Muslim dan bekas Kristian menyokongnya.
Dia tidak berupaya memasuki Makkah atau Madinah.
Imam Mahdi akan menentangnya dengan nama Islam.
Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa a.s. dekat pagar Ludd, di mana Israel terdapat kini.

Perlindungan dari Dajal

Nabi Muhammad s.a.w. mengingatkan para pengikutnya untuk membaca sepuluh ayat dari Surah Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajal. Baginda juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari musibah Dajal." Baginda juga menyatakan terdapat tiada musibah yang lebih hebat daripada Dajal sejak penciptaan Nabi Adam a.s. hingga Hari Kebangkitan.


Malaikat Maut

Kitab As-Suluk menerangkan bahawa Malaikat Maut (Israil) mempunyai ranjang di langit yang ketujuh. Dan dalam riwayat lain mengatakan di langit yang keenam. Ia mempunyai 70,000 kaki dan 4,000 sayap. Seluruh tubuhnya dipenuhi mata dan mulut.
Tiada satu makhlukpun yang terlepas daripada pengawasan dan kekuasaan tubuhnya. Jumlah wajah, mata, tangan dan telinganya menurut ramainya para manusia.
Dia mencabut nyawa dengan tangan dengan muka yang searah dengan manusia. Begitulah ia mencabut seluruh makhluk di merata tempat. Jika satu nyawa meninggal, maka hilanglah rupa tubuh makhluk tersebut dari tubuhnya. Begitulah juga semua mata-mata yang berada di tubuhnya akan musnah satu persatu mengikut bilangan nyawa yang telah dicabutnya sehinggalah kesemua makhluk mati kecuali tinggal 8 makhluk iaitu Israfil, Mikail, Jibril, Izrail dan Hamalatul Arsy.
Dikatakan dia berwajah empat, satu wajah di muka, satu wajah di kepala, satu dipunggung dan satu lagi di telapak kakinya. Dia mengambil nyawa para nabi dari wajah kepalanya, nyawa orang mukmin dengan wajah mukanya, nyawa orang kafir dengan wajah punggung dan nyawa seluruh jin dengan wajah tapak kakinya.
Sebelah kakinya berada di jambatan neraka dan sebelah lagi di Syurga. Andaikata dituangkan seluruh laut dan sungai ke atas kepalanya, nescaya tidak akan jatuh walau setiitk airpun ke bumi menunnjukkan betapa besarnya jasadnya.
Malaikat Maut telah bertanya kepada Allah SWT tentang cara mencabut nyawa seseorang itu katanya : “Wahai Tuhanku, katakanlah kepadaku bagaimanakah akau hendak mencabut nyawa seseorang itu dan dalam keadaan yang macam mana ?”
Allah SWT menjawab : “Wahai Malaikat Maut, ilmu itu adalah asing sekali. Tiada siapapun yang mengerti kecauli Aku tetapi Aku akan memberitahu kedatangan waktunya kepadamu dan Aku buat tanda-tanda kepadamu yang berdiri padanya”.
Menurut Kabil Akbar katanya : “Allah SWT telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy yang mana daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika seseorang itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahawa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut.
Setelah itu mereka menyebut orang yang tertulis pada daun tersebut sebagai mayat di langit, padahal dia masih hidup di dunia untuk tempoh 40 hari.
Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah Arsy pada daun tersebut iaitu sama ada titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.
Untuk mengetahui tempat ia mati pula, Allah telah menciptakan malaikat Arham yang akan diperintahkan untuk memasuki sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati dan di situlah kelak ia pasti akan menemui ajalnya.

Perang UHUD


Pada perang badar kaum musyrikin menderita kekalahan total dan banyak pemimpin mereka mati sehingga mereka terpaksa kembali ke Mekah dalam keadaan yang menyedihkan dan sangat memalukan. Tetapi mereka tidak tinggal diam dengan pemimpin Abu Sofyan dan orang-orang terkemuka dikalangan kaum Quraisy, mereka menyiapkan kekuatan yang lebih besar untuk membalas kekalahan mereka pada perang badar itu. Pada mulanya Rassulullah saw ingin bertahan saja di Madinah, tetapi kebanyakan para sahabat berpendapat bahwa sebaiknya kaum muslimin menghadapi serangan kaum musyrikin di luar kota. akhirnya Rassulullah saw menerima pendapat mereka dan keluarlah beliau memimpin 1000 orang tentara untuk menghadapi 300 tentara kaum musyrikin yang berkobar-kobar semangatnya. Ditengah jalan atas hasutan Abdullah bin Ubay salul 300 tentara tidak ikut berperang dan kembali ke Madinah, jadi yang berperang 700 saja, diantaranya 100 orang berbaju besi dan 2 orang berkuda. Rassulullah saw memilih tempat di kaki bukit Uhud dan menyiapkan 50 orang pemanah di sebelah atas bukit itu serta memerintahkan mereka supaya jangan meninggalkan tempat itu walau dalam keadaan bagaimanapun, kewajiban mereka adalah memanah pasukan kudamusuh yang hendak maju menyerang karena kuda tidak akan terhadap tusukan panah. Demikianlah tentara yang hanya berjumlah 700 orang itu oleh Rassulullah saw ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis untuk menghadapi musuh yang banyaknya 3000 orang yang dipersenjatai dengan senjata lengkap. (122) Dalam suasana yang sulit dan tidak menguntungkan itu ada dua golongan diantara kaum muslimin yang hampir patah semangatnya setelah mengetahui bahwa 300 tentara Islam tidak mau ikut bertempur dan telah kembali ke Madinah. Mereka yang hampir patah semangatnya itu adalah bani salamah dari suku Khazraj dan bani Harisah dari suku ‘Aus masing-masing mereka adalah sayap kanan dan kiri dari tentara Islam. Mereka terpengaruh oleh suasana yang amat mencemaskandan merasa lebih baik mundur saja dari pada dihancurkan oleh musuh yang demikian besar jumlahnya dan lengkap persenjataannya. Tetapi untunglah perasaan patah semangat itu tidak lama mempengaruhi mereka karena mereka adalah orang-orang yang penuh tawakal kepada Allah dan tetap berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yang bersabar dan bertawakal kepadaNya. (123) Sebagai penambah kekuatan jiwa dan ketabahan hati dalam mengahadapi segala bahaya dan kesulitan, Allah mengingatkan mereka kepada peperangan badar dimana mereka berada dalam keadaan lemah dan jumlah yang amat sedikit dibanding kekuatan jumlah musuh. Berkat pertolongan Allah, mereka berhasil memporak-porandakan musuh itu hingga banyak diantara pembesar Quraisy yang jatuh menjadi korban dan banyak pula yang ditawan dan tidak sedikit harta rampasan yang diperoleh kaum muslimin. Oleh sebab itu Allah memerintahkan supaya mereka bersabar dan bertaqwa kepada-Nya dan dengan sabar dan taqwa itu mereka akan mendapat pertolongan dari-Nya dan akan mendapatkankemenangan dan sekiranya mereka akan mensyukuri kemenangan itu. (124-125). Untuk lebih memperkuat hati dan tekad kaum muslimin dalam menghadapi peperangan Uhud ini, nabi mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan dibantu oleh Allah 3000 malaikat. Apabila mereka sabar dan tabah menghadapi segala bahaya dan bertaqwa, Allah akan membantu mereka dengan 5000 malaikat. Pada mulanya dalam pereng uhud ini kaum muslimin sudah dapat mengacau-balaukan musuh hingga banyak dari dianatar mereka yang lari kocar-kacir meninggalkan harta benda mereka, dan mulailah tentara Islam berebut mengambil harat benda itu sebagai ganimah (rampasan). Melihat keadaan ini para pemanah diperintahkan Nabi Muhammad saw supaya tetap bertahan ditempatnya, apapun yang terjadi, menyangka kaum musyrikin telah kalah, lalu mereka meninggalkan tempat mereka dan turun untuk ikut mengambil harta ganimah. Karena tempat itu telah ditinggalkan pasukan pemanah, Khalid bin Walid (panglima kaum musyrikin waktu itu) dengan pasukan berkudanya naik ketempat itu dan mendudukinya, lalu menghujani kaum muslimin dari belakang dengan anak panah sehingga terjadi kekacauan dan kepanikan dikalangan kaum muslimin. Dalam keadaan kacau balau itu kaum musyrikin mencoba hendak mendekati markas Nabi Muhammad saw, tetapi para sahabat dapat mempertahankannya walaupun nabi Muhammad saw mendapat luka pada muka dan bibirnya serta patah sebuah giginya. Akhirnya berkat kesetiaan mereka membela Nabi Muhammad saw, dan kegigihan mereka mempertahankan posisinya, mereka bersama Nabi naik kembali kebukit Uhud dengan selamat. Dengan demikian berakhirlah pertempuran dan pulanglah kaum musyrikin menuju Makkah dengan rasa puas karena telah dapat membalas kekalahan mereka pada perang Badar. Diantara dalil yang menguatkan pendapat bahwa kaum muslimin tidak diberi bantuan oleh Allah dengan malaikat ialah firman Allah berikut ini : (126) Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa ucapan Nabi Muhammad saw mengenai bantuan3000 atau 5000 malaikat hanyalah untuk menggembirakan hati kaum muslimin dan mengajak mereka supaya sabar, tabah, dan bertaqwa kepada Allah dalam menghadapi musuh yang demikian banyak dan kuat itu. Sebenarnya kemenangan itu hanyalah dating dari Allah Ynag Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Jadi kalau kaum muslimin benar-benar mengamalkan petunjuk Allah dan Rasulnya dan benar-benar percaya dan yakin akan mendapat kemenangan dan tetap bersifat sabar dan taqwa dengan penuh tawakal tentulah Allah akan memberikan kemenangan kepada mereka. Tetapi pada pereng Uhud ini tidak terdapat kebulatan tekad dan tidak terdapat kepatuhan kepada perintah, kecuali pada permulaan pertempuran. Hal ini terbukti dengan timbulnya keragu-raguan dalam hati dua golongan kaum muslimin dan turunnya pasukan pemanah yang diperintahkan supaya tidak meninggalkan tempat mereka. Inilah sebabnya kekalahan kaum muslimin pada pereng Uhud ini. (127) Pada permulaan pertempuran, sebagaimana tersebut diatas, kaum muslimin dapat mengacau-balaukan barisan musuh, sehingga banyak diantara mereka yang jatuh menjadi korban. Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa ada 18 orang yang terbunuh dari kaum musyrikin. Tetapi pendapat ini ditolak oleh sebagianahli sejarah yang lain, mereka berkata : “Saidina Hamzah saja, dapat membunuh 30 orang dari mereka”. (128) Pada pertempuran yang kedua kaum muslimin menderita kekalahan berat, sehingga ada 70 orang diantara mereka gugur sebagai Syuhada’ dan Nabipun mendapat luka-luka. Hal ini sangat menyedihkan hati kaum muslimin dan hati Nabi sendiri. (129) Memang demikianlah hak Allah terhadap hambaNya karena Dia yang memiliki semua yang ada di langit dan bumi. Dia berkuasa penuh atas semuanya, tak ada seorangpun yang berkuasa atas mahlukNya kecuali Dia. Dialah yang menghukum dan memutuskan segala urusan. Dia berhak mengampuni dan menerima taubat hambaNya yang Nampak durhaka, tetapi siapa tahu bahwa pada diri hambaNya itu ada bibit-bibit keimanan dan kebaikan. Dia berhak menyiksa karena Dialah yang maha mengetahui siapa diantara hambaNya yang patut mendapat siksaan didunia atau diakhirat. Disamping itu Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.